Mari berbagi informasi! ^^
silahkan kunjungi juga blog saya yang lain yantiyaa19.blogspot.com terimakasih ^^

Selasa, 10 Januari 2012

laporan pengesahan proposal


PROPOSAL PENERAPAN BUDAYA DEMOKRASI

BAGI SISWA SEKOLAH DASAR





Diajukan untuk menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pembimbing : Sangsang Sangabakti



Oleh :

Priyanti komalasari
3 KA 07
14109850




PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011




LEMBAR PENGESAHAN

Depok, 10 Januari 2012

Mengetahui,
Ketua Jurusan Sistem Informasi


Dr.
Setia Wirawan, Skom, MMSI.


Menyetujui,
Pembantu Rektor III, Universitas Gunadarma.


Irwan Bastian, S.Kom, M.Msi.



KATA PENGANTAR


Puji syukur terucap kepada Allah SWT Tuhan semesta alam, yang telah memberikan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan sebaik-baiknya.
Adapun tujuan penulis menyusun proposal ini adalah sebagai tugas akhir dari mata kuliah Bahasa Indonesia.
Tersusunnya proposal ini tidak hanya hasil dari pekerjaan penulis semata namun bantuan serta masukan dari berbagai pihak juga menjadi hal penting dalam hal ini. Untuk itu penulis berterima kasih kepada Bapak Sangsang Sangabakti selaku dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia, serta semua teman-teman yang senantiasa memberikan masukan demi tersusunnya proposal ini.
Penulis menyadari kekurangan dan ketidaksempurnaan dari proposal ini dikarenakan keterbatasan penulis maka dari itu saran dan masukan yang membangun merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh penulis demi menyempurnakan proposal ini.


Depok, 29 November 2011

Penulis


                                                                          

DAFTAR ISI 
Lembar Pengesahan..........................................................................................                   
Kata Pengantar..................................................................................................

Daftar Isi...........................................................................................................

Bab I - Pendahuluan

            1.1 Latar Belakang................................................................................

            1.2 Identifikasi Masalah.........................................................................

            1.3 Pembatasan Masalah.......................................................................

            1.4 Rumusan Masalah............................................................................
            1.5 Tujuan Penelitian..............................................................................
1.6 Manfaat Penelitian............................................................................
Bab II – Landasan Teori

            2.1 Pengertian Demokrasi.......................................................................

            2.2 Landasan - landasan Demokrasi........................................................

            2.3 Upaya Penerapan Budaya Demokrasi di Sekolah...............................

            2.4 Langkah – langkah Rencana Pembudayaan Demokrasi di Sekolah.....

Bab III – Metode Penelitian                                                           

            3.1 Sasaran, Waktu, dan Lokasi Penelitian...............................................

            3.2 Metode Penelitian..............................................................................



BAB I

PENDAHULUAN

      1.1  Latar belakang

Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran utama dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, sekolah harus menampilkan budaya demokratis dalam pengelolaan pendidikannya.                                                                                                                                                   

      1.2  Identifikasi Masalah
Dalam pelaksanaanya, banyak sekali penyimpangan terhadap nilai-nilai demokrasi,  terutama yang ada dilingkungan sekolah.

Permasalahan yang muncul diantaranya yaitu:          

- seringnya anak memilih – milih teman dalam bergaul.
- kurangnya sikap menghargai pendapat teman yang berbeda dengan pendapatnya.
- masih sering terjadi kekerasan antar siswa.

Untuk mengeliminasi masalah-masalah yang ada, maka makalah ini akan memaparkan pentingnya budaya demokrasi dalam kehidupan disekolah. Untuk itu, penulis menyusun proposal ini dengan judul “PENERAPAN BUDAYA DEMOKRASI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR”.

      1.3  Batasan Masalah                
Pembahasan tentang demokrasi sangat luas sekali pengkajiannya. Untuk itu penulis sengaja menyempitkan bahasan agar tidak terjadi ketidak tepatan sasaran dari tujuan penelitian ini. Penulis membatasi permasalahan yaitu pada masalah demokrasi di sekolah. 
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang serta permasalahan yang ada maka dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah :
1. Bagaimanakah cara mendeskripsikan budaya demokrasi pada siswa sekolah dasar?
2. Bagaimanakah solusi dalam mengatasi faktor penghambat pelaksanaan budaya demokrasi disekolah?
1.5 tujuan penelitian
1. Mendeskripsikan pemahaman siswa mengenai konsep demokrasi

2. Mendeskripsikan pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah

3. Mendeskripsikan faktor pendukung pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah

4. Mendeskripsikan faktor penghambat pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah

5. Mendeskripsikan solusi dalam mengatasi faktor penghambat pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah. 

1.6 manfaat penelitian
Secara praktis hasil penelitian ini akan menjadi referensi bagi guru sekolah dasar untuk kepentingan mata pelajaran ini, khususnya yang berkaitan dengan siswa. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan penelitian lebih lanjut bagi peneliti.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Demokrasi  
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Menurut Internasional Commision of Jurits  
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat.
Menurut Lincoln
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people, by the people, and for the people).
Menurut C.F Strong                                       
Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu.
2.2 Landasan-landasan Demokrasi
·         Pembukaan UUD 1945
1. Alinea pertama : Kemerdekaan ialah hak segala bangsa.                                       
2. Alinea kedua : Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
3. Alinea ketiga : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas.
4. Alinea keempat : Melindungi segenap bangsa.
·         Batang Tubuh UUD 1945
1. Pasal 1 ayat 2 : Kedaulatan adalah ditangan rakyat.
2. Pasal 2 : Majelis Permusyawaratan Rakyat.
3. Pasal 6 : Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
4. Pasal 24 dan Pasal 25 : Peradilan yang merdeka.
5. Pasal 27 ayat 1 : Persamaan kedudukan di dalam hukum.
6. Pasal 28 : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul.
·         Lain-lain
1. Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi
2. UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM
2.3 Upaya penerapan budaya demokrasi di sekolah
Budaya demokrasi adalah kemampuan manusia yang berupa sikap dan kegiatan yang sesuai untuk membangun sistem pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Sekolah sendiri merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran utama dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, sekolah harus menampilkan budaya demokratis dalam pengelolaan pendidikannya. 

Terbentuknya budaya demokrasi disekolah dasar banyak ditentukan oleh penerapan sistem pendidikan yang berlaku, sehingga semakin demokratis pelaksanaan pendidikan di suatu sekolah, akan memberikan implikasi pada peningkatan taraf kepedulian siswa terhadap hak dan kewajibannya. Pengaruh yang sangat kuat dari penerapan demokrasi disekolah dasar yaitu berkembangnya keberagaman pola pikir anak dan kreativitas yang tinggi. Penerapan budaya demokrasi dipandang mampu untuk ikut membantu pelaksanaan dan penanaman demokrasi pendidikan kepada para siswa.
Secara konseptual, pendidikan demokrasi sekolah dasar adalah suatu bentuk pendidikan yang memuat unsur-unsur pendidikan demokrasi yang berlaku disekolah, di mana prinsip umum demokrasi yang mengandung pengertian mekanisme sosial politik yang dilakukan melalui prinsip dari, oleh, dan untuk warga sekolah menjadi fondasi dan tujuannya. Mengacu pada realitas demokrasi di Indonesia, pendidikan demokrasi dalam pendidikan kehidupan sekolah dengan konsep itu sudah saatnya dilakukan. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran siswa akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dan mampu menggunakannya secara demokratis dikehidupan sehari-harinya. Pelaksanaan budaya demokrasi yang umumnya diterapkan di sekolah dasar adalah pemilihan pengurus kelas, dimana hal ini  merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran nyata dalam berpolitik secara demokratis pada tataran sekolah. Adapun faktor yang mendukung pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah antara lain: 

-          tersedianya wadah pembelajaran berorganisasi bagi siswa di sekolah;

-          adanya keleluasaan untuk mengemukakan pendapat pada saat musyawarah;

-          sekolah memberikan dukungan baik dari segi pendanaan kegiatan, fasilitas, dan sarana prasarana, maupun dari segi pembelajaran demokrasi seperti diberikannya materi demokrasi pada   mata pelajaran PKn serta materi pembinaan kesiswaan berkaitan dengan pembelajaran demokrasi;

Adapun faktor penghambat dari pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah adalah:

-          kurangnya kesadaran siswa untuk tertib pada saat melakukan musyawarah kelas.

-          sifat malu bertanya ataupun mengemukakan pendapat yang terkadang ada di diri siswa.

-          adanya pengaruh negatif dari guru yang terlalu keras dalam mengajar siswa juga berdampak pada terhambatnya pelaksanaan budaya demokrasi di sekolah

-          perbedaan pendapat yang muncul pada saat musyawarah.

Solusi untuk mengatasi faktor penghambat tersebut antara lain:

-          pentingnya kesadaran diri yang harus dimiliki oleh setiap siswa pada pelaksaan kegiatan musyawarah di sekolah.

-          keikutsertaan guru dalam pelaksanaan jalannya musyawarah yang dilakukan oleh siswa;

-          kesabaran guru dalam menghadapi siswa.

Baik pengajar maupun peserta didik ternyata dipengaruhi oleh nilai sosial, pengetahuan, dan minat masing-masing. Pengajar yang memiliki potensi tinggi dalam disiplin ilmu serta mampu mengolah topik menjadi sajian menarik, diyakini akan berdampak positif terhadap penerima pesan atau peserta didik. Sebaliknya kebekuan komunikasi karena perbedaan persepsi yang besar antara pengajar dan peserta didik berakibat buruk terhadap proses belajar. Untuk mengefektifkan materi ajar yang disampaikan, maka dalam inovasi model dan desain pembelajaran demokratis difasilitasi melalui penggunaan berbagai media yang ada, tersedia dan mudah didapat di sekitar lingkungan keseharian siswa.                                                 

2.4 Langkah-langkah rencana pembudayaan demokrasi di sekolah    

Sebenarnya demokrasi di sekolah bisa langsung diterapkan dalam praktik, mulai pemilihan pengurus kelas hingga osis. Dalam praktik pembelajaran siswa lebih banyak berdiskusi dan bercurah pikir. Perlu ada budaya untuk menghargai pendapat dan lain sebagainya. Selengkapnya seperti di uraikan dibawah ini:

1.      menerima teman – teman yang berbeda latar belakang budaya, ras, dan agama.

2.      Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita.

3.      Mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah.

4.      Bersedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas.

5.      Sikap anti kekerasan

6.      Memiliki kejujuran dan integritas.

7.      Memiliki rasa malu dan tanggung jawab kepada sekolah.

8.      Menghargai hak – hak kaum minoritas.

9.      Menghargai perbedaan yang ada pada siswa.

10.  Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan bersama dalam menyelesaikan masalah.

11.  Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja.

12.  Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.

13.  Tidak merasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan siswa lain.



BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Sasaran, Waktu dan Lokasi Penelitian

Yang menjadi sasaran pada penelitian ini adalah siswa siswa sekolah dasar . rencana dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian ini kurang lebih selama 6 bualn (1 semester), mulai dari bulan januari-juni yang bertempat di SD Leuwinanggung Kota Depok.

3.2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep demokrasi sedangkan penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mengetahui pelaksanaan, faktor pendukung, faktor penghambat, dan solusi budaya demokrasi di sekolah. Subjek penelitiannya adalah siswa- siswi SD leuwinanggung. Adapun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan resuksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.