Mari berbagi informasi! ^^
silahkan kunjungi juga blog saya yang lain yantiyaa19.blogspot.com terimakasih ^^

Sabtu, 24 November 2012

Tiga aspek kunci definisi control & langkah-langkah perencanaan audit


I) Tiga aspek kunci definisi control yaitu:           

1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system). Maksudnya ialah terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berhubungan yang mempunyai fungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud dan tujuan.
2. Keabsahan atau kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events). Maksudnya adalah keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi, inaccurate, redudansi, ineffective atau tidak efisien pemasukan data ke dalam sistem.
3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent). Maksudnya ialah mendeteksi kejadian atau peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan atau hukum. 

II) Langkah-langkah yang dilakukan dalam perencanaan audit:

1. Menghimpun pemahaman bisnis klien dan industri klien.
Penghimpunan pemahaman bisnis dan industri klien dilakukan dengan tujuan untuk mendukung perencanaan audit yang dilakukan auditor.
2. Melakukan prosedur analitis.
Prosedur analitis adalah pengevaluasian informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan-hubungan yang masuk akal antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis dilakukan dalam tiga tahap audit yaitu tahap perencanan, tahap pengujian atau tahap pengerjaan lapangan, dan tahap penyimpulan hasil audit. Dalam tahap perencanaan, prosedur analitis berguna untuk membantu auditor merencanakan sifat, penentuan waktu, dan luas prosedur audit. Dalam tahap pengerjaan lapangan, prosedur analitis merupakan prosedur audit yang optimal. Prosedur analitis dilakukan sebagai salah satu pengujian substansif untuk menghimpun bahan bukti tentang asersi tettentu yang terkait dengan saldo rekening. Dalam tahap pengambilan kesimpulan hsil audit, prosedur analitis berguna sebagai alat untuk penelaahan akhir tentang rasionalitas laporan keuangan auditan.         
4. Melakukan penilaian awal terhadap materialitas.
Materialitas merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam audit laporan keuangan karena materialitas mendasari penerapan standar auditing, khususnya pengerjaan lapangan, dan stndar pelaporan.materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
5. Menilai risiko audit.            
Audit harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Risiko audit adlah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit.

Ref : http://magussudrajat.blogspot.com/2010/06/perencanaan-audit-dan-prosedur-analitis.html

0 komentar:

Posting Komentar